Arsip untuk Mei, 2008

h1

Three Law of Robotics

Mei 6, 2008

dari novel Isaac Asimov yg terkenal, ‘I, Robot’. Dimainkan di layar lebar dgn baik – menurut saya – oleh Will Smith.

1. A robot may not injure a human being or, through inaction, allow a human being to come to harm.

(Robot tidak boleh melukai manusia atau, dengan tidak bertindak, membiarkan manusia utk terluka)

2. A robot must obey orders given to it by human beings, except where such orders would conflict with the First Law.

(Robot harus mematuhi perintah yg diberikan kepadanya oleh manusia, kecuali apabila perintah tersebut bertentangan dengan Hukum Pertama)

3. A robot must protect its own existence as long as such protection does not conflict with the First or Second Law.

(Robot harus melindungi keberadaannya selama perlindungan itu tidak bertentangan dengan Hukum Pertama dan Kedua)

Coba baca novelnya deh, atau kalo males nonton filmnya. Bukan Film Robot Biasa !!

h1

mimpi pengen gila

Mei 6, 2008

Tadi malem saya mimpi aneh banget.. Jadi, saya mimpi saya lagi mimpi. Di mimpi saya yang kedua (baca:mimpi yg ada di dalam mimpi), saya kaya’ yang punya dunia dan hidup yang berbeda. Ngga jelas sih mimpi kedua-nya apa, tapi begitu bangun dari mimpi yang kedua (baca:masih di mimpi pertama), saya bilang ke Anug (baca:cewe’ku), “kalau nanti setelah nikah, setelah cukup mapan, saya pengen gila. Boleh ngga’?” Trus kata Anug, “boleh.” Mimpi yang aneh kan ??

—-

Tapi di mimpi yang pertama saya sadar (baca:seperti sadar padahal mimpi), bahwa mengeksplor dunia di alam pikiran sepertinya menarik. Apalagi kalo kamu cukup introvert sampai orang-orang bilang kamu Autis*..label yg cukup tepat buat jadi justifikasi agar kamu bisa ngga peduli dgn lingkungan sekitar kamu dan tetep mementingkan diri sendiri. Sangat ‘menantang’ utk membuka pintu-pintu ide dan berpetualang di labirin pikiran, tanpa harus mempertanggungjawabkannya di dunia nyata (baca:implementasi). Toh, kebanyakan kita sekarang ini juga cukup autis utk ngga peduli dgn tanggungjawab sosialnya kan ?

—-

Sigmund Freud bilang, mimpi bisa diinterpretasi sebagai realita atau harapan yg ditekan ke dalam alam bawah sadar. Hmm, mungkin juga, soalnya kadang2 saya suka cape’ dengan hidup, terlalu ‘berat’, penuh intrik, penuh tuntutan. Dan kebetulan beberapa hari kemarin temen saya cerita ttg temennya yg gila (baca:temennya temen saya bukan berarti saya ya…huehehe). Tapi untungnya, semangat saya utk ‘hidup’ dan segala konsekuensinya, hingga saat ini, masih jauh lebih tinggi dari ke-pengen gila-an saya. Pengen gila, cukup di mimpi aja !

*) bukan autisme dlm definisi sebenarnya