h1

di persimpangan jalan

Februari 17, 2006

ditulis bulan Oktober 2004..wisuda oktober..teman-teman saya pergi…
sekarang, Juni 2005..mendekati wisuda juli…peran itu berganti,

sedih ya…
ada suatu saat dalam hidup kita,
saat, ketika satu perasaan terangkat keluar..
ada saat kita benar-benar takut,
ada saat kita benar-benar marah,
ada saat kita benar-benar gembira,
ada saat kita benar-benar sedih..
mungkin ini salah satu saat itu…
saat teman-teman kita melampaui satu tahap dalam hidupnya,
dan kita yakin kalau kita akan mengalaminya pula..
saat kita merasa inilah waktu berpisah,
bukan secara nyata..
tapi karena kita tidak lagi menempuh jalan yang sama,
saat kita harus menjalani rintangan-rintangan itu sendiri,
karena dia telah melewatinya lebih dulu..
untuk menempuh rintangan-rintangan yang lain dari kehidupan..

kehidupan adalah perjalanan,
menuju tempat perhentian masing-masing,
tidak ada yang sama.
terkadang kita berjalan bersama,
tapi kita tahu, bahwa suatu saat seseorang dari kita
harus berbelok di persimpangan kehidupan,
untuk menempuh jalannya sendiri..
atau berhenti di tempat perhentiannya…
lalu kita bertemu dengan orang lain di persimpangan lainnya..
seterusnya, hingga kita pun harus berhenti.

tapi jalan ini masih panjang,
kita akan terus berjalan
dan sekalipun ada seseorang yang menemani kita,
ia pun akan pergi..
entah, kita atau ia, pasti akan pergi
dan kita terus berjalan

saat kita bergembira,
bisa jadi merupakan saat kesedihan bagi orang lain..
tapi bagi seorang teman,
kesedihan bisa jadi saat yang membahagiakan..
karena perpisahan berarti melepas ia
untuk menempuh tahap berikutnya dari hidupnya..
percaya kalau saya, dan kamu, akan baik-baik saja,
menggapai cita-cita kita..

dan kita tidak pernah benar-benar berpisah,
karena setiap kali kita menengok ke belakang,
kita akan menemukan jejak-jejak langkah kita bersama
di persimpangan jalan kehidupan.

lalu saya, kamu, akan terus berjalan,
hingga kita berhenti.

tulisan ini pernah dimuat sebelumnya di maillist antzer,
tapi rasanya seperti baru baca lagi…
mungkin kondisinya beda sekarang…….maybe !
but it still worth-to read..

One comment

  1. sedih kali rasanya ngebaca nya…. ‘coz saat ini hdp gw jg bak di persimpangan jalan… dihadapkan pada pilihan yg sangat sulit… bagaikan memilih jalan mana yg hrs gw lalui… cinta telah memberikan aq dua pilihan…. ya ampuuun… knapa sih gw musti jth cinta lg… klu dipikir kehdpan aq selama ini baik2 aja sampai aq bertemu dgnnya… knapa? knapa gw musti jth cinta lg?



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: