h1

Tentang Tuhan…

Maret 16, 2006

Ada banyak pilihan dalam hidup ini – untuk melakukan sesuatu atau tidak, untuk mempercayai sesuatu atau tidak. Terkadang, nalar memberi banyak pertimbangan dan alasan untuk itu. Tapi saya menemukan bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dibuktikan oleh nalar, hal-hal yang ada di luar logika kita. Toh, seperti kata Calne, sebagaimanapun nalar memberikan pertimbangan pada kita, pilihan menjadi suatu hal yang berada di luar batasnya.

Karena itu, saya memilih untuk percaya pada Tuhan.

Tapi, kenapa saya harus memilih untuk percaya ? atau, lebih mendasar lagi, kenapa saya harus memilih ?

Entah, tapi bagi saya, setiap orang butuh pegangan dalam hidup. Kita terlahir tanpa makna dan identitas. Seiring berjalannya waktu, lingkungan membentuk diri kita – atau tepatnya kita membentuk identitas dari lingkungan kita. Sampai akhirnya, kita akan bertanya, apa yang saya lakukan di sini ? Kemana saya akan melangkah ? Pertanyaan-pertanyaan itu menghantui manusia sejak dulu, sejak manusia dapat merefleksikan dirinya dan dunia ini. Ia akan menemukan satu saat dimana dirinya begitu terasing dari dunianya. Saat itulah berbagai jawaban akan muncul. – Saat itulah, menurut saya, makna akan tersingkap.

Entah, manusia menemukan makna hidup, atau memaknai hidup yang tanpa makna ini. Perbedaan itu begitu tipis, tapi tetap itulah yang ia butuhkan : Makna.

Karena itulah. Saya percaya akan adanya satu Kekuatan Besar yang mengatur kita semua. Bahwa tidak ada kebetulan dalam hidup ini. Saya menjadi lega dengan meyakini bahwa semua ada dalam keteraturan. Saya yakin, bahwa saya, kita semua, hidup di dunia ini untuk tujuan tertentu. Dan sekalipun terkadang kita terombang-ambing tanpa arah dalam hidup, ada satu jalan tak kasat mata yang menuntun kita hingga sekarang ini, dan menjadi alasan atas sesuatu yang perlu diperjuangkan. Meyakini ada Sang Maha Pengasih yang membimbing dan menyayangi diri ini di saat dunia seolah tidak berpihak pada saya, selalu memberi ketenangan bagi saya. Dan karenanya, saya bisa meluangkan satu waktu sakral untuk melepaskan diri dari pahitnya (dan terkadang pula manisnya) dunia, untuk berserah diri kepada-Nya.

Sains dan dunia modern sekarang, mengklaim bahwa Tuhan tidak ada. Tetapi yang sesungguhnya terjadi adalah, mereka tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Saintis seharusnya tidak menjadi atheis, tetapi menjadi agnostik. Ia (dalam kapasitas sebagai saintis) tidak tahu dan tidak memiliki cara untuk membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Bahkan paradigma evolusi pun tidak menjelaskan bahwa Tuhan itu tidak ada. Dunia fisik tidak bisa memasuki ranah dunia metafisik. Manusia, sebagai produk terunggul evolusi, toh memiliki sesuatu yang tidak bisa dimaterikan sebagaimanapun itu – kesadarannya.

Lalu bagaimanakah sikap saya ? Seperti kata Kiekegaard, bukan masalah menemukan kebenaran, tetapi berpegang pada kebenaran yang kita yakini, itu yang penting. Karena apapun itu, tidak ada tuntutan untuk mempertanggungjawabkan apa yang kita miliki kepada siapapun, kecuali kepada diri kita sendiri.

Dan Tuhan menunjukkan jalan ini bagi saya, memberikan bertubi-tubi ujian hidup, menyelipkan keraguan atas apa yang – seharusnya – saya yakini, memberikan peran dalam hidup…agar akhirnya saya selalu kembali kepada-Nya, tunduk patuh dan berjalan dengan ikhlas, menyadari bahwa semua telah dituliskan, dan yang bisa kita lakukan hanya menjalani. And then again, it’s all because of His will afterall.

“…tetapi masalah berpegang pada kebenaran yang kita yakini…”

Ada konsekuensi dalam setiap pilihan, karena ia berimplikasi pada tanggung jawab. Dan ketika saya percaya kepada-Nya, maka saya tahu bahwa semua yang saya lakukan akan saya pertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak…dan saya belum bisa membawa apa-apa yang berarti bagi saya di hadapan-Nya. Astaghfirullah.

One comment

  1. tulisannya bagus.Ada beberapa yang mirip kisah saya. makasih dah berbagi inspirasi



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: