h1

tentang uang di dompet (edited)

Februari 5, 2008

Untung saya ngambil kuliah Makroekonomi di Studi Pembangunan SAPPK ITB, meskipun nilai jadi pas-pasan gara-gara jarang dateng..huehehe. Dosennya sampai ngira saya sit-in doang gara2 itu. bae ah, yg penting udah beres.

Tapi gara2 itu juga, saya jadi dikasih tugas ngebuat review 2 bab terakhir dari bukunya G.Mankiw, Makroekonomi. Salah satu babnya cerita tentang jumlah uang beredar dan fungsi Bank. Hmm, ternyata menarik juga loh. Coba baca deh, siapa tau bisa kebayang apa yg musti kita lakukan sama uang di dompet kita. Saya coba cerita yang saya tangkep..

Jadi gini, pertama, kita musti bisa ngebedain antara jumlah uang beredar dan jumlah mata uang (uang kartal) beredar. Dulu waktu di SMP kan kita pernah diajarin kalo yang dikatakan uang itu bisa uang kartal (yg biasa kita taro di dompet, kertas2 bergambar pahlawan itu loh..) sama uang giral (rekening giro kita di bank). Jumlah mata uang beredar itu jumlah dari nilai si kertas2 dan receh plastik (ga jelas) yg dikeluarin oleh Bank Sentral (BI). Ini jumlahnya hanya ditentukan oleh BI, kecuali ada orang yang kerajinan bikin uang palsu. Ini, sama orang-orang ekonomi disebut monetary base.

Tapi itu ga terlalu banyak diliat (meski tetep penting dalam analisis makroekonomi ko). Yang lebih penting adalah “jumlah uang beredar”, karena dia memperhitungkan rekening giro yang kita simpen di bank. Jumlah uang beredar menggambarkan uang yang memang beredar di masyarakat.

Mankiw bikin penyederhanaan yang menarik. Asumsinya, di negara tetangga ga ada bank. Itu artinya uang beredar hanya diitung dari berapa uang di dompet (dan brankas — atau bawah bantal kalo saya) masyarakatnya. Oke, uang ini, muter2 lah dia di masyarakat,dari penjual ke pembeli, dst. Makin tinggi uang beredar, (harusnya) kegiatan ekonomi makin berjalan baik, kecuali ada penimbun uang kaya paman Gober ya..

Terus diasumsikan, ujug-ujugly ada bank, yg fungsinya cuman buat nyimpen uang. Waktu uang disimpan di bank, nasabah megang rekening tabungan, yg punya nilai sama dgn uang yang ditabung. Ini namanya uang giral. Kenapa harus ada ? karena uang kertas yg disimpen di bank ngga diitung sebagai uang beredar, makanya dia diganti dengan bentuk uang yg lain ini. Jumlah uang beredar bakal tetep sama dgn sebelum ada bank. Kalo tadinya ada 1000 perak, terus ditabung 500 perak (artinya ada 500 uang giral), total uang beredar kan tetep 1000 (500 uang kartal + 500 uang giral). Btw, uang giral tetep dikatakan uang, karena masih punya fungsi uang loh..perhitungan nilai, alat transaksi, n pengukur kekayaan..

Nah, sekarang kita masuk ke bagian yg seru. Gimana kalo bank juga minjemin uang ? Kalo bank minjemin uang, sebenernya ada aturannya loh. Dia harus nyimpen sebagian kecil uang sebagai cadangan, jadi kalo2 ada nasabah yg narik uang, bank ga bakal kerepotan. Kalo nasabahnya banyak, batas minimal cadangannya juga ngga usah terlalu besar. Jadi, tau cara gampang bikin Bank bangkrut ? ambil semua uang di bank itu secara serentak !! hoho..itu salah satu faktor pendorong resesi Amerika tahun 1930-an..itu juga kenapa bank yg kredibilitasnya turun makin cepet buat bangkrut..ck..ck..ck..

Oke, fokus. Balik lagi ke yg tadi. kalo si bank negara tetangga tadi nyimpen 500 dari nasabah, kan jumlah uang beredar tetep 1000. tapi kalo bank minjemin, ambil 80%-nya, jadi 400 ke peminjam, berarti…….uang beredarnya jadi 1400 (500 uang kartal, 500 uang giral, 400 uang kartal yg baru dipinjemin 400). Siap2 pusing lagi, kalo si 400 dipake utk transaksi, terus ditabung ke bank lain, terus dipinjemin lagi sama si bank lain itu,…terus,uang beredar nambah lagi..

Jadi apa ? Jadi, Bank menciptakan uang ….jreeeng !! dia ngga ngeluarin uang kertas sih (yg ngeluarin kan cm BI), tapi dia menambah jumlah uang beredar. Itu artinya nilai uang beredar lebih besar dari uang kertas yg memang ada. Btw, bisa sampe tak hingga kah penambahan jumlah uang beredar itu, asumsi uang terus ditabung dan dipinjemkan ? ngga juga, karena penambahannya bakal berkurang menuju nol (deret geometris dgn rasio <1, masih inget ? saya juga lupa..huehehe).

Wsssdststdstdtdtd…fokus lagi. Saya kebiasaan euy nulis kaya gini, gara2 novelnya Kurt Vonnegut, Gempa Waktu..cerita yg meloncat2..novelis yg aneeeeh..tapi keren. hehe.. see, i did it again !

Terus apa ? emang sih, jumlah uang beredar ga menunjukkan tingkat kekayaan negara tetangga. Toh, uang kartal yg dikeluarin tetep segitu2 aja. Dia cuman nunjukin kondisi perekonomian, dan ujung2nya kesejahteraan negara (in which tetep jd perdebatan karena faktor sosial jg ga diperhitungkan). Premisnya, makin tinggi perputaran uang, makin tinggi aktivitas perekonomian. betul gitu ? jangan percaya dulu…

Tapi, itu yg sedang dikejar oleh negara2 maju, dan negara maju-wannabe, indonesia. Sekarang lagi gencar2nya bank narik uang dari masyarakat, dan mentransform transaksi dgn uang giral, –kartu kredit, kartu debit, dsb..

mikir negatif –> bank lagi pengen bikin kaya pejabat2nya..

mikir positif –> bank lagi berusaha menyalurkan uang dari yg punya kelebihan uang ke yg butuh pinjaman uang..dgn gini, aktivitas ekonomi bisa berjalan karena uang ga ngendon di orang2 kaya aja..

mikir negatif lagi –> masalahnya, orang2 “tidak kaya” ga punya akses untuk minjem ke bank, dan penabung juga banyak yg “tidak kaya”, dan bank banyak juga yg lebih prefer utk nyalurin uangnya ke perusahaan besar karena jaminan pengembaliannya lebih tinggi. Jadi, mikir negatifnya tetep, bank bikin pejabatnya tambah kaya aja..huehehe.

Terlepas dari itu, kita kan masih bisa nabung di bank baik2..hehe. ada bank rakyat, bank ekonomi kecil, ada bank syari’ah..yah, masukin lah sedikit ‘moralitas’ di mekanisme prinsip ekonomi kita..hehehe. Yg penting, kita bisa berbagi uang dgn saudara2 kita, tanpa mengurangi uang kita.

jadi, tau kenapa uang di dompet saya cuman sedikit ? bukan, bukan..bukan gara2 saya nabung di bank..gara2 saya kebanyakan muterin uang di sektor riil tanpa mikirin orang lain (baca : KONSUMTIF). huehehehe…santai, santai.

nb : memutarkan uang di sektor riil yg sebenernya (baca : wirausaha) menurut saya lebih baik..makasih buat ridwan atas masukannya (cie..cie)

One comment

  1. cukup menarik tulisannya………….
    aq jg kul d jursan ekonomi pembangunan,, n skrng lg nyusun skripsi tentang uang giral,,,,,
    ad artikel tentang uang giral gak????



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: