h1

benci

September 7, 2008

Saya selalu mengingatkan diri saya sendiri, jangan pernah mengajarkan kepada anak — atau kepada siapapun juga – kebencian. Ia hanya akan menimbulkan kebencian yang lebih besar–kebencian yg mengakar, meminjam istilah Fromm,– dan memakani jiwamu sedikit demi sedikit. Bukan berarti kita tidak boleh membenci. Justru, kebencian adalah hal yang alami. Tetapi kebencian seperti apa?
Benci adalah fenomena yang unik. Di satu pihak, ia menjadi sisi lain dari cinta. Tidak ada cinta tanpa benci. Kita tidak bisa mencintai, katakanlah, kebersihan, tanpa membenci kekotoran. Kita membenci, dan rela berbuat apapun untuk menghilangkan setiap hal yang mengganggu eksistensi dari apa yang kita cintai. Benci dan cinta, dalam hal ini, merupakan dua sisi dari mata uang.

Tapi ada satu bentuk kebencian yang lain;benci yang tidak bersumber dari cinta. Orang-orang Jerman yang membenci umat yahudi dulu, belum tentu memiliki kecintaan pada rasnya. Kebencian itu bukan sisi lain dari cinta, tapi justru ketiadaan akan cinta.

Jika kita mengajarkan pada diri kita kebencian, maka yang muncul hanyalah kebencian itu. Tapi jika kita mengajarkan pada diri kita cinta dan kasih sayang yang tulus, maka yang muncul dalam diri kita adalah cinta, dan kekuatan untuk membenci dan melawan apapun yang menghilangkan eksistensi sesuatu yang kita cintai. Benci itu akan menjadi…manusiawi.

3 komentar

  1. Apa benar benci dan cinta seperti 2 sisi mata uang logam? Ataukah masing-masing harus berdiri sendiri. Apakah kalau kita mencintai sesuatu/seseorang,kita harus selalu membenci apa yang akan mengganggu sesuatu yang kita cintai itu? Bukankah kita harus menebar benih kecintaan!


  2. Setuju kang Angga, bahwa kebencian hanya akan menimbulkan kebencian yang lebih dibesar-besarkan.

    Asik eyy, baca tulisan-tulisannya kang Angga. Very inspiring. hehehe.

    terus berkarya ya Kang. hehehehe


  3. Alus om Angga. Saling melengkapi kok. Karena adanya benci itu lah orang bisa lebih menghargai cinta. Karena ada jahat lah orang bisa mengerti kebaikan. Everything was created for a purpose.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: